
Aceh, 2 September 2026 — Memahami kondisi aktual lapangan menjadi langkah penting dalam memastikan perencanaan pengembangan dapat disusun secara tepat dan terintegrasi. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan site visit dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Pre-Front End Engineering Design (Pre-FEED) Pengembangan Lapangan Rayeu-C yang berlangsung pada 26 Agustus 2026 hingga 2 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses awal untuk memperoleh gambaran kondisi aktual Lapangan Rayeu-C sekaligus memvalidasi informasi yang telah tersedia. Data dan temuan dari lapangan selanjutnya menjadi salah satu dasar dalam mendukung kajian teknis serta penyusunan dokumen Pre-FEED.
Selama pelaksanaan site visit, tim engineering melakukan observasi dan verifikasi terhadap berbagai aspek di area Lapangan Rayeu-C, mulai dari kondisi fasilitas dan infrastruktur yang tersedia, area rencana pengembangan, akses menuju lokasi, hingga kondisi lingkungan sekitar yang relevan dengan rencana pengembangan lapangan.
Baca juga: Kinerja HSE Konsorsium RE-TVP Raih Hasil Positif dalam Penilaian Berjalan Proyek Zona 11
Pengumpulan data juga dilakukan secara lintas disiplin untuk memastikan kebutuhan informasi teknis dapat teridentifikasi secara menyeluruh. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam mencocokkan kondisi aktual di lapangan dengan data yang telah tersedia, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat sebagai dasar pengembangan konsep.
Untuk memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pengembangan, tim juga melakukan koordinasi dan diskusi bersama PT Pema Global Energi (PGE). Forum tersebut menjadi ruang untuk mengklarifikasi kondisi eksisting, kebutuhan pengembangan, serta berbagai informasi teknis yang diperlukan dalam mendukung proses penyusunan Plan of Development (POD).
Hasil observasi, verifikasi, dan koordinasi selama site visit selanjutnya menjadi input dalam proses engineering review dan analisis teknis, termasuk dalam pengembangan konsep fasilitas serta sistem pendukung Lapangan Rayeu-C.
Melalui pelaksanaan kegiatan secara langsung di lapangan, PTRE terus mengedepankan pendekatan engineering yang berbasis data dan kondisi aktual. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan proses perencanaan pengembangan dilakukan secara terukur, terintegrasi, dan selaras dengan kebutuhan proyek.