






Wonosobo, 25 Juni 2026 —PT Rekayasa Engineering (RE) bersama PT Timas Suplindo yang tergabung dalam Joint Operation (JO) resmi memulai tahapan konstruksi Proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) Geothermal Power Plant Dieng Unit 2 berkapasitas 55 MW, yang ditandai dengan pelaksanaan Groundbreaking Ceremony di area PAD-12, Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jawa Tengah.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, jajaran Kementerian Keuangan, Direksi dan Komisaris PT Geo Dipa Energi (Persero), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Joint Operation PT Timas Suplindo–PT Rekayasa Engineering bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan Engineering, Procurement and Construction hingga pembangkit siap beroperasi dengan kapasitas yang dipersyaratkan. Proyek yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional ini memiliki durasi pelaksanaan selama 820 hari dengan target penyelesaian pada 28 Maret 2028.
Direktur Utama PT Rekayasa Engineering, Donal Silitonga, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh PT Geo Dipa Energi kepada Joint Operation PT Timas Suplindo–PT Rekayasa Engineering dalam pembangunan salah satu proyek strategis pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
“Kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar bagi kami. Kami berkomitmen melaksanakan proyek ini dengan mengedepankan integritas, kualitas, keselamatan kerja, ketepatan waktu, serta keandalan fasilitas yang dibangun guna mendukung pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia,” ujar Donal.
Baca juga: Kinerja HSE Konsorsium RE-TVP Raih Hasil Positif dalam Penilaian Berjalan Proyek Zona 11
Hingga saat ini, pelaksanaan proyek menunjukkan perkembangan yang positif. Secara keseluruhan progress proyek telah mencapai 15,03%, melampaui target rencana sebesar 14,10%. Capaian tersebut terdiri atas progress Engineering sebesar 37,37%, Procurement sebesar 16,58%, dan Construction sebesar 6,52%.
Pada tahap rekayasa, seluruh proses perancangan sistem perpipaan uap dan sistem pembangkit listrik geothermal dikerjakan oleh para insinyur Indonesia dari PT Rekayasa Engineering. Hal ini menjadi bukti kapabilitas sumber daya manusia nasional dalam mengerjakan proyek pembangkit energi berskala besar dengan standar internasional.
Sementara itu, pada tahap pengadaan, sejumlah peralatan utama seperti Turbine Generator, Condenser, serta peralatan kritikal lainnya telah memasuki tahap penunjukan vendor dan proses fabrikasi. Di sisi lain, pelaksanaan konstruksi telah memasuki tahap persiapan lahan setelah penyelesaian pekerjaan investigasi tanah.
Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung industri nasional, Joint Operation PT Timas Suplindo–PT Rekayasa Engineering terus mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memberdayakan subkontraktor nasional dan pelaku usaha lokal dalam pelaksanaan proyek.
Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan energi bersih, proyek ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pada puncak pekerjaan konstruksi, proyek diperkirakan akan menyerap sekitar 800 tenaga kerja dari berbagai bidang keahlian, dengan komitmen minimal 20% merupakan tenaga kerja lokal. Selain itu, sesuai ketentuan kontrak, sedikitnya 20% tenaga kerja lokal tersebut akan diisi oleh perempuan sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan perempuan dalam sektor konstruksi.
Menurut Donal, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami percaya bahwa Proyek Geothermal Power Plant Dieng Unit 2 akan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan energi panas bumi Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui proyek ini, PT Rekayasa Engineering kembali menegaskan komitmennya sebagai perusahaan engineering nasional yang memiliki kompetensi dalam merealisasikan proyek-proyek infrastruktur energi strategis. Dengan mengedepankan inovasi, kualitas engineering, penerapan aspek Health, Safety & Environment (HSE), serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, PT Rekayasa Engineering optimistis dapat menyelesaikan proyek sesuai target serta memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional dan percepatan transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.