




Garut, 12 Desember 2025 – PT Rekayasa Engineering (PTRE) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan keandalan fasilitas energi panas bumi melalui penyelenggaraan Workshop “DRJ RCM C1 Equipment Validation” milik PT Star Energy Geothermal Darajat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (8/12/2025) sampai Jumat (12/12/2025), bertempat di Santika 3 Meeting Room, Hotel Santika Garut.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan reliability peralatan C1 serta mengoptimalkan strategi perawatan (maintenance) melalui pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) berbasis identifikasi failure mode. Program ini menjadi langkah strategis dalam memastikan keandalan operasional peralatan kritikal yang berperan penting dalam menjaga kontinuitas produksi dan keselamatan kerja.
Kegiatan dilaksanakan oleh PTRE dengan melibatkan peserta dari jajaran Teknisi dan Facility Engineer PT Star Energy Geothermal Darajat, serta perwakilan dari PT Star Energy Geothermal Jakarta, Wayang Windu, dan Salak. Seluruh rangkaian workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi teknis yang mendalam dan kolaboratif antar peserta.
Workshop ini juga menjadi inisiasi positif untuk memperkuat kembali implementasi program RCM yang sebelumnya belum dijalankan secara optimal. Melalui kegiatan ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang selaras terhadap metodologi RCM dan penerapannya pada peralatan kritikal C1.
Sebagai tindak lanjut, PT Star Energy Geothermal Darajat berkomitmen untuk melangkah lebih maju pada tahun berikutnya dengan melakukan revalidasi Equipment Criticality Analysis (ECA) serta menjalankan program revalidasi C1 equipment secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan pengelolaan maintenance yang lebih tepat dan akurat, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas, keamanan, dan keselamatan kerja di lingkungan operasional PT Star Energy Geothermal Darajat.
Melalui kolaborasi ini, PTRE terus berperan aktif sebagai mitra engineering terpercaya dalam mendukung keberlanjutan dan keandalan industri energi nasional.
Report: Corporate Communication