Jakarta, 11 Oktober 2024 — PT Rekayasa Engineering (RE) telah sukses menyelenggarakan Design Review Meeting (DRM) untuk proyek SPK 25 “Feasibility Study PLTP Low Pressure Own Use 10 MW” di Area Ulubelu, yang merupakan bagian dari layanan Jasa Engineering Services untuk PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari hari Rabu (9/11/2024) hingga Jumat (11/11/2024), bertempat di Ruang Parangkusumo, Gedung Graha RE, Jakarta. DRM ini bertujuan untuk meninjau dan memastikan bahwa desain teknis yang dikembangkan sesuai dengan standar internasional dan kaidah rekayasa yang berlaku. Dalam pertemuan ini, dibahas secara mendalam mengenai estimasi biaya rekayasa (Engineering Cost Estimation) dan dokumen penawaran (Bid Document) guna memastikan kesiapan proyek untuk tahap selanjutnya.
Proyek ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan energi panas bumi di Indonesia, khususnya di Area Ulubelu yang telah memiliki empat unit PLTP dengan total kapasitas terpasang sebesar 220 MW . Studi kelayakan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pemanfaatan tekanan rendah (low pressure) untuk kebutuhan internal (own use) sebesar 10 MW, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan energi di wilayah tersebut. Dengan terlaksananya DRM ini, diharapkan seluruh aspek teknis dan administratif proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal, serta memenuhi standar mutu dan keselamatan yang ditetapkan. PT Rekayasa Engineering berkomitmen untuk terus memberikan solusi rekayasa terbaik guna mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia. [APH]