Pada tanggal 22 Mei 2024, PT Rekayasa Engineering mengadakan Design Review Meeting (DRM) yang berfokus pada Integrasi 3D Modelling untuk proyek FEED OPLL Akasia Bagus (ABG) Stage 1 & 2. Acara ini berlangsung selama satu hari penuh di ruang meeting Sekarjagat, Jakarta. Proyek ini merupakan bagian dari Penyediaan Jasa Engineering Service di Fungsi Proyek Zona 7 – Pertamina EP. Design Review Meeting merupakan bagian esensial dalam proses rekayasa dan desain proyek besar, khususnya dalam industri energi dan migas. Dalam proyek ini, PT Rekayasa Engineering menggunakan pemodelan 3D sebagai alat utama untuk memvisualisasikan desain. Dengan integrasi teknologi 3D ini, tim proyek diharapkan dapat menghasilkan desain yang lebih akurat, efisien, dan sesuai dengan standar keselamatan, biaya, dan waktu yang telah ditentukan. Meeting ini difokuskan pada integrasi desain dua dimensi (2D) ke dalam model tiga dimensi (3D), memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur dan elemen-elemen utama proyek. Pemodelan 3D memegang peranan penting dalam memastikan desain yang optimal dan meminimalisir potensi kesalahan saat pelaksanaan di lapangan. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari Pertamina EP Zona 7, di antaranya Harry S, Wenesdi, Rifky, Hermanto, Yunianto, Wahid, Satria, dan Tegar, yang berperan sebagai Project Management Consultants (PMC) untuk tahap pertama dan kedua. Dari pihak PT Rekayasa Engineering, hadir Pak Gunawan Eko selaku Project Manager (PM), Pak Dandung D sebagai Project Engineer (PE) untuk ABG Stage 2, serta beberapa Lead Engineer dari disiplin RE-SENA yang bertanggung jawab dalam aspek teknis desain proyek ini.
Dalam Design Review Meeting ini, berbagai aspek teknis dan praktis terkait pemodelan 3D dibahas secara mendalam. Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam meeting ini antara lain:
1. Evaluasi Pemodelan 3D, Bagaimana desain yang dihasilkan melalui pemodelan 3D dapat diterjemahkan dari desain 2D yang sebelumnya telah disusun.
2. Keselarasan dengan Kaidah Engineering: Memastikan bahwa setiap elemen desain memenuhi standar dan kaidah engineering yang telah ditetapkan, termasuk aspek keselamatan dan efisiensi biaya.
3. Sinkronisasi Antar Disiplin: Karena proyek ini melibatkan berbagai disiplin engineering, integrasi 3D menjadi penting untuk memastikan bahwa semua elemen (mekanikal, elektrikal, sipil, dll.) dapat berjalan sinkron dan harmonis.
4. Penerapan Standar Keamanan: Pemodelan 3D memungkinkan identifikasi lebih dini terkait potensi masalah keselamatan yang mungkin muncul di lapangan, sehingga tim dapat mengambil langkah preventif lebih awal.
5. Optimasi Biaya dan Waktu: Salah satu tujuan utama dari pemodelan 3D adalah untuk meminimalisir risiko kesalahan desain yang dapat menyebabkan penundaan atau peningkatan biaya yang tidak diinginkan.
Penggunaan teknologi 3D dalam desain engineering kini semakin marak digunakan dalam industri energi dan migas. Beberapa manfaat signifikan yang diperoleh dari integrasi pemodelan 3D ini antara lain Visualisasi yang Lebih Realistis, Dengan pemodelan 3D, tim dapat melihat hasil akhir dari desain sebelum tahap konstruksi dimulai, sehingga memudahkan identifikasi masalah potensial. Reduksi Kesalahan Desain, Pemodelan 3D membantu meminimalisir kesalahan desain yang bisa terjadi akibat interpretasi yang berbeda pada gambar 2D. Hal ini sangat penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Kolaborasi Tim yang Lebih Efisien, Dengan visualisasi 3D, berbagai tim dari disiplin engineering yang berbeda dapat bekerja sama lebih efektif karena memiliki gambaran yang sama terkait proyek yang sedang dikerjakan. Penghematan Waktu dan Biaya, Proyek yang didesain menggunakan pemodelan 3D biasanya memiliki tingkat keakuratan yang lebih tinggi, sehingga meminimalkan revisi saat proses konstruksi. Ini berdampak langsung pada efisiensi waktu dan penghematan biaya. Dengan terselenggaranya Design Review Meeting ini, diharapkan desain engineering yang dihasilkan dapat memenuhi standar engineering yang ketat, serta mampu meminimalisir potensi risiko dan memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pihak PT Rekayasa Engineering juga menegaskan komitmennya dalam memastikan desain yang dihasilkan tidak hanya akurat dan efisien, namun juga dapat diimplementasikan dengan tingkat keselamatan yang tinggi dan tetap memperhatikan biaya operasional.
Kegiatan Design Review Meeting Integrasi 3D Modelling untuk FEED OPLL Akasia Bagus Stage 1 & 2 ini merupakan langkah penting dalam memastikan kelancaran proyek di Zona 7 Pertamina EP. Dengan dukungan teknologi canggih dan tim engineering yang kompeten, PT Rekayasa Engineering berharap dapat memberikan hasil terbaik dan tetap menjadi mitra terpercaya dalam industri migas dan energi nasional. Semoga hasil dari meeting ini memberikan kontribusi positif bagi keberhasilan proyek secara keseluruhan, menciptakan desain yang tidak hanya optimal dari segi teknis, namun juga sesuai dengan kaidah-kaidah keselamatan dan efisiensi biaya yang ditargetkan. PT Rekayasa Engineering akan terus berinovasi dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam setiap proyek yang dikerjakan.
Report : AP Hendra (Project Manager)