RE DIPERCAYA UNTUK MEMBANGUN TECHNO PARK SAWIT DI PELALAWAN RIAU

Pada acara Pembukaan Raker BPPT Tanggal 31 Januari 2018, di Auditorium Gedung BPPT Jakarta, salah satu agendanya adalah penandatangan MOU “Pengembangan Techno Park Pelalawan Berbasis Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Inovasi (Iptekin) Kelapa Sawit Ramah Lingkungan”, yang dilakukan oleh 6 (enam) instansi/lembaga yaitu Pemerintah Kabupaten Pelalawan, BPPT, PT PINDAD (Persero), PT Rekayasa Engineering, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), dan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI).

MOU tersebut merupakan kesepahaman bersama atas kolaborasi antar instansi/lembaga sebagai langkah awal untuk melaksanakan kebijakan pembangunan techno park Indonesia. Kebijakan pembangunan Techno Park merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo, sebagaimana telah dituangkan dalam RPJMN Tahun 2015-2019. Keberadaan Techno Park dapat mengembangkan riset-riset yang hasilnya dihilirkan ke dunia industri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung peningkatan daya saing daerah melalui upaya pembangunan daerah yang lebih progresif, inklusif, dan berkelanjutan. Karena itu, Techno Park dibangun untuk mengakselerasi terutama pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kegiatan riset-riset inovasi untuk mendukung usaha industri yang dilakukan di daerah maka pertumbuhan ekonomi pun diharapkan akan meningkat.

 

       

Gambar Penandatangan MOU oleh 6 (enam) instansi/lembaga yaitu Pemerintah Kabupaten Pelalawan, BPPT, PT PINDAD (Persero), PT Rekayasa Engineering, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), dan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Auditorium BPPT - 31 Januari 2018

Keenam instansi/lembaga tersebut di atas sepakat untuk  mengembangkan techno park Pelalawan melalui Revitalisasi Perkebunan Sawit Smallholders dan Pengembangan Industri Hilir Sawit Bernilai Tambah Tinggi. Line-business yang teridentifikasi sekarang telah mencakup tujuan utama dari Pengembangan Techno Park Pelalawan, yaitu: Kemitraan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi (Iptekin) yang ramah lingkungan.

Sebagai langkah awal untuk merealisasikan program ini dalam waktu dekat, PT Rekayasa Engineering dan BPPT akan melakukan penandatangan perjanjian untuk pekerjaan PRE-FS Pabrik Kelapa Sawit Skala 5 Ton TBS/Jam dan 10 Ton TBS/Jam. Diharapkan dalam waktu 3 (tiga) bulan selesai

 

    

Gambar Orientasi Lokasi TP Pelalawan dan Pembagian Zona di dalamnya

Beberapa benefit yang akan diperoleh PT Rekayasa Engineering sebagai bagian dari team Revitalisasi antara lain adalah :

  1. Mendapat kesempatan untuk membangun Pabrik Kelapa Sawit Skala 5 Ton TBS/Jam dan 10 Ton TBS/Jam melalui anak perusahaan RECON SARANA UTAMA
  2. Kesempatan untuk mendapat fix income dari hasil investasi sebagai shareholder
  3. Memilik template design Pabrik Kelapa Sawit Skala 5 Ton TBS/Jam dan 10 Ton TBS/Jam untuk dapat diaplikasikan di daerah lain.

Pengembangan Techno Park Pelalawan ini merupakan Business Development kedua RE setelah Automatic Filling Machine (AFM) minyak goreng hygenis

Semoga kedua hasil pengembangan bisnis ini sukses dan dapat mendatangkan fix income buat PT Rekayasa Engineering sekaligus memberikan kontribusi dalam mewujudkan program pemerintah terutama dalam hal pertumbuhan ekonomi daerah.