PT Rekayasa Engineering saat ini, membuat rancangan peralatan dan menerima royalty. Dirgahayu Indonesia yg ke-73

Tgl 12-13 September 2018 akan dilakukan acara launching produk perdana di Pindad yg akan dihadiri oleh Menperindag dan 20 perwakilan Produsen minyak goreng. Tahap awal sdh disepakati produksi 3 tahun pertama: 

- 9.000 unit (2018), 
- 33.000 unit (2019)
- 42.000 unit (2020).

Unit AMH dibuat dalam rangka memenuhi Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 9/M-DAG/PER/2/2016 yang mewajibkan peredaran minyak goreng curah, menggunakan kantong kemasan sederhana.

Minyak goreng dalam jeriken ukuran 18 atau 25 liter ditransfer ke kantong kemasan dengan filling oil system yang terdiri dari pompa, pipa flexible, katup solenoid dan flow meter. Semua peralatan tersebut memenuhi standard food grade dan bekerja dengan dikendalikan oleh microcomputer sehingga akurasi pengukuran tinggi. 

AMH dapat mengeluarkan minyak goreng dalam beberapa takaran mulai dari 250, 500 sampai 1.000 ml. Pengendalian dengan microcomputer tsb dilakukan melalui sebuah papan layar elektronik dilengkapi beberapa tombol sehingga mudah dioperasikan (user friendly). Juga dilengkapi dg modul GPS sehingga produsen minyak goreng dapat memonitor lokasi Unit dan volume penjualan minyak goreng harian, mingguan atau bulanan.

Terima kasih atas dukungan dari semua pihak sehingga semuanya berjalan dg lancar. Bravo Rekind. Selamat PT Rekayasa Engineering. Dirgahayu Indonesia.